Mixed Method: Menggabungkan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif

Dalam beberapa penelitian, peneliti membutuhkan data angka sekaligus informasi mendalam mengenai suatu fenomena. Dalam kondisi tersebut, mixed method dapat menjadi salah satu desain penelitian yang dipertimbangkan.

Apa Itu Mixed Method?

Mixed method merupakan pendekatan penelitian yang menggabungkan unsur penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam satu studi.

Sederhananya:

Kuantitatif → memberikan informasi berbasis data terukur.

Kualitatif → memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena.

Keduanya kemudian diintegrasikan sesuai rancangan penelitian.

Mengapa Menggunakan Mixed Method?

Pendekatan ini dapat dipertimbangkan ketika satu jenis data saja belum cukup untuk menjawab keseluruhan pertanyaan penelitian.

Misalnya peneliti ingin mengetahui tingkat kepuasan pelanggan sekaligus memahami alasan pelanggan merasa puas atau tidak puas.

Peneliti dapat memperoleh:

Data kuantitatif:
Skor kepuasan dari kuesioner.

Data kualitatif:
Hasil wawancara mengenai pengalaman pelanggan.

Jenis Desain Mixed Method

Beberapa desain yang dikenal antara lain:

Sequential Explanatory

Penelitian dimulai dengan kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan kualitatif.

Kuantitatif → Kualitatif

Data kualitatif digunakan untuk membantu menjelaskan hasil kuantitatif.

Sequential Exploratory

Penelitian dimulai dengan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan kuantitatif.

Kualitatif → Kuantitatif

Convergent

Data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan dalam periode yang relatif berdekatan kemudian dibandingkan atau diintegrasikan.

Contoh Mixed Method

Misalnya penelitian:

Analisis Kepuasan Pengguna terhadap Aplikasi Pelayanan Akademik Universitas X.

Tahap pertama dapat menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan.

Kemudian wawancara dilakukan untuk memahami alasan di balik hasil tersebut.

Tantangan Mixed Method

Mixed method dapat membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar karena peneliti harus merancang serta menjalankan komponen kuantitatif dan kualitatif.

Karena itu, jangan menggunakan mixed method hanya karena terlihat lebih lengkap.

Pemilihan metode harus berdasarkan pertanyaan penelitian dan kebutuhan data.

Kesimpulan

Mixed method dapat digunakan ketika integrasi data kuantitatif dan kualitatif memberikan pemahaman yang lebih sesuai terhadap masalah penelitian.

Desain penelitian harus ditentukan sejak awal agar pengumpulan dan analisis data berjalan terarah. Lanjut Sampling Penelitian: Pengertian, Jenis, Teknik dan Cara Menentukan Sampel

Masih Bingung dengan Skripsimu?

Tidak perlu mengerjakan semuanya sendirian. RAPITU membantu mahasiswa memahami dan menjalani proses skripsi secara terstruktur dan bertahap, mulai dari menentukan judul, menyusun proposal, pengolahan data, pembahasan, hingga pendampingan revisi.

Dibantu menyusun. Dibimbing memahami. Didampingi sampai revisi.

Konsultasikan kondisi skripsimu bersama RAPITU.

Konsultasi Gratis via WhatsApp